5 Desember 2014

Polarisasi dalam Internet - Polarisasi Kelompok



Anggota Kelompok 5: 
Dicky Darmawan  (12513421)
Fauziah Fahrenny  (19513880) 
Juang Herdiana Muslim  (14513705) 
Rahmat Hidayat  (17513183) 
Stefi Monica  (18513638)  
Syarah Diniawati  (18513747)

Kata ‘Polarisasi’ nampaknya sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Namun apakah kalian tahu arti dari polarisasi tersebut? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), polarisasi berarti 1 proses, perbuatan, cara menyinari; penyinaran; 2 magnetisasi; 3 pembagian atas dua bagian (kelompok orang yang berkepentingan dsb) yang berlawanan. Dalam hal ini akan dibahas tentang polarisasi kelompok. Polarisasi kelompok mengacu pada kecenderungan suatu kelompok untuk membuat suatu keputusan yang lebih ekstrim dari kecederungan yang akan dilakukan anggotanya secara individual. Keputusan tersebut tentunya akan sangat berisiko jika dilakukan secara individual. Namun, ketika dilakukan bersama-sama akan semakin kuat dan memunculkan pandangan suatu kelompok pada suatu situasi. Dari polarisasi kelompok, dapat terlihat bagaimana perilaku kelompok pada berbagai situasi kehidupan nyata.


Tetapi polarisasi kelompok juga dapat terjadi di dunia maya atau internet. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Di zaman yang serba canggih ini hampir setiap orang sudah menggunakan internet sebagai kebutuhan hariannya, salah satunya untuk berkomunikasi dengan orang banyak. Sosial media pun berperan penting dalam terjadiya polarisasi kelompok. Sosial media sudah banyak digunaka di dunia sehingga munculah berbagai kelompok di internet atau di jejaring sosial tersebut yang disebut online community. Setelah munculnya kelompok tersebut, otomatis polarisasi pun terbentuk dengan jelas. Dan dalam teori polarisasi kelompok saat ini, dikatakan bahwa internet adalah salah satu aplikasi kehidupan nyata dari polarisasi kelompok dengan social network sebagai contohnya.


Beberapa sosial media yang banyak terjadi polarisasi sehingga membentuk kelompok adalah Facebook dan Twitter. Dalam situs tersebut ditemukan banyak akun-akun yang mengatas namakan dirinya sebagai suatu kelompok/komunitas. Mereka biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki hobi atau minat yang sama. Contohnya adalah orang yang menjadi penggemar salah satu artis. Orang tersebut pasti akan mencari berbagai informasi tentang artis yang disukainya kemudian akan membuat atau bergabung dalam suatu komunitas penggemar artis tersebut. Dari contoh diatas sudah jelas bahwa polarisasi dalam internet bisa terbentuk karena persamaan tujuan dan kepentingan yang ingin dicapai. 

Sumber 1    Sumber 2   Sumber 3   Sumber 4   
Tabel Kinerja Kelompok 5
Nama
NPM
Tugas
Link Blog
Dicky Darmawan
12513421
Pengertian  polarisasi
http://dickyacils.blogspot.com/2014/12/2pa07-tugasiii-kelompok5.html
Fauziyah Fahrenny
19513880
Pengertian  polarisasi kelompok
http://ziaueo-s.blogspot.com/2014/12/2PA07-TugasIII-Kelompok5-PolarisasiDalamInternet.html
Juang Herdiana Muslim
14513705
Contoh polarisasi kelompok internet
http://peacesychology.blogspot.com/2014/12/polarisasi-dalam-internet-polarisasi.html
Rahmat Hidayat
17513183
Contoh polarisasi kelompok internet
http://rahmathidayatlaoet.wordpress.com/2014/12/07/2pa07-tugasiii-kelompok-5-polarisasi-dalam-internet/
Stefi Monica
18513638
Pengertian polarisasi kelompok dalam dunia internet
http://stefimonica.blogspot.com/2014/12/polarisasi-dalam-internet-polarisasi.html
Syarah Diniawati
18513747
Proses terjadinya polarisasi kelompok
http://showyourimagination.blogspot.com/2014/12/2PA07-TugasIII-Kelompok5-PolarisasiDalamInternet.html
 

30 Oktober 2014

Aspek Demografis Individu Pengguna Internet dari Segi Usia



Anggota Kelompok 5:
Dicky Darmawan  (12513421)
Fauziah Fahrenny  (19513880)
Juang Herdiana Muslim  (14513705)
Rahmat Hidayat  (17513183)
Stefi Monica  (18513638)
Syarah Diniawati  (18513747)

Pada zaman yang canggih ini tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan internet sudah menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Bahkan hampir setiap hari kita menggunakan intenet, terlebih lagi banyak ponsel yang berbagai fiturnya hanya bisa aktif dengan sambungan internet. Pengguna internet pun datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Karena penggunaannya yang mudah,anak-anak pun dengan gampangnya mempelajari dan mengakses internet mulai dari mengakses berbagai sosial media,mencari bahan tugas sekolah,sampai bermain game online. Tentu hal ini pun harus sangat dibimbing oleh orang tuanya.

Dalam penggunannya internet tentu dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Jika dilihat dari sisi positifnya, internet sangat berarti bagi anak-anak karena dengan internet anak-anak bisa mencari ilmu pengetahuan dan mendapatkan berbagai informasi dari situs yang dikunjunginya tanpa  ada batasan jarak dan waktu. Selain itu anak-anak juga dapat belajar menggunakan surat elektronik atau email dan berbagai media sosial untuk berkomunikasi dengan orang lain di berbagai belahan dunia. Semangat belajar juga dapat ditingkatkan misalnya dengan memanfaatkan software menarik untuk menunjang pelajaran disekolah.

Disamping itu juga terdapat sisi negatifnya. Dalam masa pertumbuhan biasanya anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan penasaran yang besar terhadap sesuatu yang baru mereka ketahui. Bisa saja tanpa sengaja seorang anak mengunjungi situs orang dewasa yang tidak layak mereka lihat. Hal tersebut tentu berakibat buruk bahkan dapat mempengaruhi perkembangan anak tersebut. Selain itu jika intensitas anak mengakses sangat sering dapat menimbulkan addiction atau ketagihan seperti dalam bermain game online sehingga membuat anak menjadi malas dan tidak bisa mamanfaatkan waktu untuk belajar. Maka sebaiknya anak dialihkan ke hal lain yang lebih bermanfaat agar terhindar dari dampak negatif internet.

Pemanfaatan Internet tentu harus di sesuaikan dengan tingkat usia anak. Usia anak SD rata-rata berkisar antara 7-13 tahun. Dan tingkatan itu semua memiliki cara penanganan yang berbeda. Berikut tahap pengenalan Internet pada anak sesuai tingkat usianya.

USIA 4 S/D 7 TAHUN
Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak.

USIA 7 S/D 10 TAHUN  
Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. ada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet.

USIA 10 S/D 12 TAHUN  
Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.
   
USIA 12 S/D 14 TAHUN  
Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan online chat (chatting). Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orang tua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya. Tetapi di sisi lain, pemasangan software filter secara diam-diam ataupun tanpa persetujuan sang anak, bisa berdampak pada timbulnya resistansi sang anak kepada orang tua.
   
USIA 14 S/D 17 TAHUN  
Masa ini adalah masa yang paling menarik dan menantang dalam kehidupan seorang anak remaja dan orangtua. Seorang remaja akan mulai matang secara fisik, emosi dan intelektual. Mereka haus akan pengalaman yang terbebas dari orangtua. Ikatan-ikatan dengan keluarga tidak terlalu diperketat lagi, tetapi tetap tidak menghilangkan peranan pengawasan orangtua.

Berdasarkan pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa tidak ada salahnya kita mamperkenalkan dunia internet pada anak-anak. Kembali lagi kepada masing-masing orang tua dan orang sekelilingnya yang mengawasi. Jika penggunaan internet diawasi dengan baik makan akan berkurang pula dapkan negatif yang ditimbulkan. Dan juga sebaliknya, jika internet digunakan degan benar dan bijaksana makan banyak pula manfaat yang bisa kita rasakan.

Referensi :
Sumber 1

Sumber 2

Tabel Kinerja Kelompok 5





Nama
NPM
Tugas
Link Blog
Dicky Darmawan
12513421
Pengertian  Aspek Demografis Individu Pengguna Internet dari Segi Usia
http://dickyacils.blogspot.com/2014/10/2pa07-tugasii-kelompok5.html
Fauziyah Fahrenny
19513880
Pengertian  Aspek Demografis Individu Pengguna Internet dari Segi Usia
http://ziaueo-s.blogspot.com/2014/10/2PA07-TugasII-Kelompok5-AspekDemografisIndividuPenggunaInternet.html
Juang Herdiana Muslim
14513705
Dampak positif penggunaan internet pada anak
http://peacesychology.blogspot.com/2014/10/2PA07-TugasII-Kelompok5-AspekDemografisIndividuPenggunaInternet.html
Rahmat Hidayat
17513183
Dampak Negatif penggunaan internet pada anak

Stefi Monica
18513638
Tahap pengenalan internet pada anak sesuai usia
http://stefimonica.blogspot.com/2014/10/aspek-demografis-individu-pengguna.html
Syarah Diniawati
18513747
Tahap pengenalan internet pada anak sesuai usia dan kesimpulan
http://showyourimagination.blogspot.com/2014/10/2PA07-TugasII-Kelompok5-AspekDemografisIndividuPenggunaInternet.html