24 Oktober 2016

#SIP Computer Based Information System (CBIS)


Apakah kalian pernah mengenal istilah CBIS? Mungkin bagi sebagian orang di bidang teknologi khususnya komputer sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Namun mungkin ada juga yang belum pernah mendengarnya. Maka dari itu, pada ponstingan kali ini akan dibahas secara ringkas mengenai dasar CBIS, evolusinya, serta ruang lingkup dari CBIS itu sendiri.

CBIS Secara General

CBIS atau Computer Based Information System, mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi, meskipun secara teoritis, penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya, namun pada prakteknya dengan data dan kebutuhan informasi yang begitu kompleks maka peran teknologi komputer begitu dibutuhkan, peran komputer inilah yang dikenal dengan istilah “computer based” karena digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah sistem maka disebut “Computer Based Information System” atau sistem informasi berbasis komputer.
CBIS ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga tujuan organisasi (user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam proses yang optimal. Salah satu bidang yang sering menggunakan CBIS dalam kerjanya adalah manajemen. Terdapat lima hal pokok yang merupakan manfaat dari sistem informasi dalam pengendalian manajemen organisasi, adalah:
  • Penghematan waktu (time saving)
  • Penghematan biaya (cost saving)
  • Peningkatan efektifitas (effectiveness)
  • Pengembangan teknologi (technology development)
  • Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development)
Selain itu CBIS juga memiliki beberapa komponen, diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
  • Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
  • Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehinga mudah diakses pengguna sistem informasi.
  • Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
  • Manusia, yaitu personel dari sistem informasi, yang meliputi manajer, analis, programmer, dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.
Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut :
  • Data : merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
  • Informasi : merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
  • Sistem : merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.
  • Berbasis komputer : “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Evolusi CBIS


Usaha penerapan komputer di berbagai bidang semakin maju sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Begitu juga pada CBIS yang mengalami perkembangan, berikut penjelasannya.

Fokus awal pada Data (Electronic Data Processing – EDP)
     EDP/Electronic Data Processing (Pemrosesan data elektronik) adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial. Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana. Sebagai contoh,pemrosesan data elektronis dipakai untuk pemutakhiran (update) stock dalam suatu daftar barang (inventory), pemrosesan transaksi nasabah bank, pemrosesan booking untuk tiket pesawat terbang, reservasi kamar hotel, pembuatan tagihan untuk suatu jenis layanan, dll. 
     Karakteristik sistem EDP adalah konsistensi pengolahan dan ketergantungan terhadap bukti pendukung elektronik (yang rentan manipulasi), sehingga audit EDP berfokus pada kelayakan pengendalian sistemnya (control).

Fokus baru pada Informasi (Management Information System – MIS)
     Sistem Informasi Manajemen (SIM) memproses berbagai transaksi non-keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi. Bagaimana pun juga sistem informasi manajemen di laksanakan dengan kerja bersama. Dengan mendukung semua ide dari masing-masing grup yang melakukan kerja di lapangan dan bagaimana kita memberikan semangat yang tinggi buat karyawan.
     Sistem informasi manajemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. 

Fokus sekarang pada Komunikasi (Office Automation - OA)
       Official automation, kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang – orang di dalam maupun diluar perusahaan. OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, faximile transmission, dan desktop publishing. Berikut ini merupakan tujuan dari office automation.
  • Menghindari biaya, komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan pegawai yang diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja
  • Pemecahan masalah kelompok, memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer
  • Pelengkap, OA tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal tradisional seperti tatap muka, percakapan telepon, tulisan memo, dan sejenisnya, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi.

Fokus potensial pada Konsultasi (Expert System – AI/ES)
       Sistem pakar (expert system) adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi). 
      Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior. Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar).
        Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.

8 Oktober 2016

#SIP Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Psikologi


Mendengar kata informasi sepertinya sudah tidak asing lagi bagi kita. Namun apakah kita tahu apa sebenarnya arti dari informasi? Apa bedanya informasi dengan data? Data adalah fakta mentah atau rincian peristiwa yang belum diolah, yang kadang tidak dapat diterima oleh akal pikiran dari penerima data tersebut, maka dari itu data harus diolah terlebih dahulu  menjadi informasi untuk dapat diterima oleh penerimanya. Data dapat berupa angka, karakter, simbol, gambar, suara, atau tanda-tanda yang dapat digunakan untuk dijadikan informasi. 

Informasi adalah hasil pengolahan data yang sudah dapat diterima oleh akal pikiran penerima informasi yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi dapat berupa hasil gabungan, hasil analisa, hasil penyimpulan, dan juga hasil pengolahan sistem informasi komputerisasi. Selain itu informasi juga memiliki fungsi penting bagi manusia, yaitu:
  • Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna
  • Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan
  • Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi
Selain itu, informasi juga memiliki jenis yang berbeda-beda. Berikut merupakan jenis-jenis informasi:

  • Informasi berdasarkan fungsi  adalah informasi berdasarkan materi dan kegunaan informasi. Informasi jenis ini antara lain adalah informasi yang menambah pengetahuan dan informasi yang mengajari pembaca (Informasi edukatif). informasi yang menambah pengetahuan, misalnya, peristiwa-peristiwa bencana alam, pembangunan daerah, kegiatan selebritis, dan sebagainya. Informasi edukatif contohnya tulisan teknik belajar yang jitu, tips berbicara di depan umum, cara jitu menjadi programmer komputer, dan sebagainya. 
  • Informasi berdasarkan format penyajian adalah informasi berdasarkan bentuk penyajian informasi. Informasi jenis ini, antara lain berupa foto, karikatur, lukisan abstrak, dan tulisan teks. 
  • Informasi berdasarkan lokasi peristiwa adalah informasi berdasarkan lokasi peristiwa berlangsung, yaitu informasi dari dalam negeri dan informasi dari luar negeri. 
  • Informasi berdasarkan bidang kehidupan adalah informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, misalnya pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek.
Informasi juga memilik ciri-ciri, yaitu:

  • Informasi harus relevan, artinya informasi tersebut harus mempunyai manfaat oleh penggunanya.
  • Informasi harus akurat, artinya informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan & harus jelas maksud dan tujuannya.
  • Tepat pada waktunya, artinya informasi yang diterima tidak boleh telat.
  • Konsisten, artinya informasi yang diterima harus sesuai dengan data yang sebenarnya dan tidak mengalami perubahan.
Pengertian Sistem Informasi (SI) Menurut Para Ahli
  • John F. Nash: Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
  • Robert A. Leitch: Menurut Robert A. Leitch, pengertian sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
  • Henry Lucas: Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.
  • Alter: Pengertian sistem informasi menurut Alter bahwa sistem informasi adalah sebagai  tipe khusus dari sistem kerja dimana manusia dan/mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/jasa bagi pelanggan. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi.

Fungsi Sistem Informasi 
  • Untuk meningkatkan aksesiblitas data yang ada secara efektif dan efisien kepada pengguna, tanpa dengan prantara sistem informasi.
  • Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  • Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi
  • Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi 
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif  
Komponen-komponen dari sistem informasi 
  • Komponen input adalah data yang masuk ke dalam sistem informasi 
  • Komponen model adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  • Komponen output adalah hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 
  • Komponen teknologi adalah alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantau pengendalian sistem. 
  • Komponen basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database.
  • Komponen kontrol adalah komponen yang mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.
Ciri-Ciri Sistem Informasi 
  • Baru adalah informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima 
  • Tambahan adalah informasi dapat diperbaharui atau memberikan tambahan terhadap informasi yang sebelumnya telah ada. 
  • Kolektif adalah informasi yang dapat menjadi suatu koreksi dari informasi yang salah sebelumnya.
  • Penegas adalah informasi yang dapat mempertegas informasi yang telah ada
Berikut adalah video singkat yang menjelaskan tentang Sistem Informasi


Sistem informasi juga memiliki kaitan dengan ilmu lain, salah satunya adalah psikologi. —Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Sistem informasi berfungsi unuk membantu dunia psikologi dalam penggunaan alat tes. Contohnya perusahaan sekarang ini banyak menggunakan software tentang alat tes agar waktu yang digunakan dalam menyeleksi calon karyawan baru lebih cepat dan efisien, serta tidak membuang tenaga para penyeleksinya juga. Selain itu sekarang juga sering diadakan konseling online. Hal tersebut membuktikan bahwa adanya kontribusi bidang teknologi pada ilmu psikologi.

Daftar Pustaka:
http://www.kuliah.info/2015/05/pengertian-dan-perbedaan-data-dan.html
http://www.artikelsiana.com/2014/10/pengertian-informasi-jenis-jenis-informasi.html
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/08/jenis-jenis-informasi-ciri-ciri-dan-fungsi-informasi.html
http://www.artikelsiana.com/2015/09/pengertian-sistem-informasi-ciri-fungsi.html
http://www.kompasiana.com/dimasosd/pengertian-si-sistem-informasi_55291077f17e6126268b48b6
http://ana.staff.gunadarma.ac.id/downloads/files/33562/SISTEM+INFORMASI.ppt

7 Oktober 2016

#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia


"Komputer" Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan benda elektronik tersebut. Sebagai mahasiswa, komputer dapat dikatakan sudah menjadi teman yang dapat membantu meringankan berbagai tugas yang diperoleh dari kampus. Tidak hanya mahasiswa, pekerja kantoran, perusahaan besar, bahkan pedagang pun sangat terbantu dengan keberadaan ala canggih ini. Selain digunakan untuk keperluan bekerja, komputer juga dapat dijadikan sebagai sarana hiburan seperti menonton video, mendengarkan musik, hingga bermain games. 

Karena cara kerja komputer yang terlihat mudah, cepat, dan praktis maka membuat banyak orang menggunakannya sebagai alat utama untuk membantu perkerjaan mereka. Teapi dibalik kemudahan itu semua terdapat kerumitan pula dalam susunan atau arsitektur komputer. Arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya.


Selain itu arsitektur komputer dapat diartikan juga sebagai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu komputer. Arsitektur komputer juga tersusun atas beberapa komponen, diantaranya: 
  • Input adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Contoh peralatan input diantaranya seperti keyboard, mouse, scanner, dan joystick.
  • Pemroses adalah bagian dari komputer yang mengendalikan seluruh proses pengolahan data mulai dari membaca data dari peralatan input, mengolah atau memproses sampai pada mengeluarkan informasi ke peralatan output. Alat pemroses pada komputer adalah Control Processing Unit atau yang biasa kita kenal dengan CPU.
  • Penyimpanan merupakan sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya. Contoh penyimpanan data pada komputer seperti RAM dan hardisk.
  • Output adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. Contoh alat uotput diantaranya seperti monitor, speaker, printer, proyektor.
Kelebihan Arsitektur Komputer
  • Memiliki processor lebih dari satu
  • Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
  • Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang berasamaan
  • Menggunakan teknologi time sharing
  • Kecepatan kerja processornya hingga 1 GOPS (Giga Operations PerSecond)
Kekurangan Arsitektur Komputer
  • Karena ukurannya besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpanannya 
  • Harganya yang sangat mahal
  •  Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
  • Kerjanya sangat lama
  •  Membutuhkan  daya listrik yang sangat besar
Dapat dilihat bahwa arsitektur komputer merupakan suatu hal yang sangatlah penting karena dapat memberikan berbagai atribut-atribut pada sistem komputer, hal tersebut tentunya sangat dibutuhkan bagi perancang ataupun user software sistem dalam mengembangkan suatu program. Manusia sebagai perancang tentunya dapat dikatakan memiliki kemampuan yang sangat hebat karena perancang komputer harus berfikir keras bagaimana caranya agar komputer tercipta menjadi alat untuk membantu pekerjaan manusia. Selain itu para perancang juga harus membuat komputer yang sesuai dengan manusia itu sendiri seperti dari segi arsitekturnya, sudah selayaknya dibuat nyaman secara tampilan luar maupun sistem didalamnya. Sistem yang dibuat semestinya sesuai dengan seistem kognisi manusia agar lebih mudah dipahami.

Berbicara tentang kognisi maka erat kaitannya dengan manusia. Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang di dapatkan dari proses berfikir tenteng seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau intelegensi. 

Apa hubungan Arsitektur Komputer dengan Kognisi Manusia?

Dilihat dari komponen keduanya, sama-sama memiliki cara kerja yang hampir sama yaitu input, proses, dan output. Kognisi manusia memiliki peran penting dalam pembuatan arsitektur komputer. Manusia yang menciptakan komputer dengan sistem menyerupai kognisi manusia agar mempermudah dalam pengoperasiannya. 

Kelebihan Struktur Kognisi Manusia
  • Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
  • Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
  • Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan Struktur Kognisi Manusia
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama
  • Terkadang sulit mengapilkasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masih dalam mengoptimalkan cara berpikir manusia


Daftar Pustaka:


http://www.kompasiana.com/nenti/definisi-kognisi-dan-pengertian-psikologi-kognitif_54f9832da333112b058b512c
https://prezi.com/mtexjtmoaufh/komponen-komponen-arsitektur-komputer/
http://www.solusikompi.com/2014/08/definisi-arsitektur-komputer.html
http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html
http://www.kompasiana.com/nenti/definisi-kognisi-dan-pengertian-psikologi-kognitif_54f9832da333112b058b512c

#SIP Etika Menulis Artikel Online

Saat ini kita hidup di era digital. Tanpa kita sadari, pergeseran menuju dunia digital telah mempengaruhi segala aspek kehidupan kita. Mulai dari membaca berita, menulis catatan, bahkan mencari lokasi di peta pun via gadget. Akhirnya kita tidak bisa lepas dari gadget dan akan membawa gadget kemanapun kita pergi. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat ini, memaksa kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yang ada. Jika kita tidak mengikuti perkembangan, tentu akan tertinggal jauh di belakang.

Sebagai contohnya, mungkin lima belas atau dua puluh tahun lalu jika kita ingin membaca artikel berita maka kita harus membacanya melalui koran atau majalah. Namun sekarang hal tersebut sudah bisa digantikan dengan kehadiran gadget seperti handphone, tablet, ataupun laptop. Semua bisa didapatkan secara online dengan koneksi internet. Karena mudahnya mengakses internet maka dengan mudah pula kita bisa menyerap berbagai informasi secara online khususnya dalam membca artikel. 

Artikel adalah sebuah esai yang sebenarnya lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dll) dan bertujuan untuk menyajikan ide-ide dan fakta-fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur. Isi artikel bisa bermacam-macam, beberapa contoh yang sering kita baca seperti sejarah, petualangan, argumentasi, penelitian, bimbingan untuk melakukan/mengajarkan sesuatu.Sedangkan artikel online sendiri merupakan tulisan yang dipublikasikan melalui situs di internet.

Dalam membuat sebuah artikel juga terdapat etika tersendiri. Etika berasal dari kata ethos dalam bahasa Yunani Kuno, yang artinya adalah tempat tinggal; kandang habitat; kebiasaan; adat; akhlak; watak; perasaan; sikap dan cara berpikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah adat kebiasaan. Kemudian arti terakhir inilah yang kemudian menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah etika yang untuk menunjukkan filsafat moral. Sehingga jika kita membatasi diri pada-asal usul kata ini, maka etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan(Bertens,1993).

Tentunya dalam membuat artikel online kita tidak bisa semena-mena menuliskan segala hal yang kita inginkan, melainkan terdapat etika atau aturan yang harus diterapkan agar artikel yang kita buat layak untuk dibaca orang lain serta tidak melanggar aturan penulisan secara online.Berikut ini merupakan beberapa etika menulis yang dikemukakan oleh Bahar (2008).
  • Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, dan peraturan yang berlaku lainnya.
  • Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara lain dan warga masyarakat secara keseluruhan, seperti misalnya unsur SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan).
  • Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya. Misalnya, berkaitan dengan penyebutan identitas diri, penyebutan pekerjaan, identitas diri, pekerjaan, alamat tempat tinggal, status jabatan dan sebagainya.
  • Mengirim tulisan dalam ketikan yang rapi.
  • Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  • Tidak melanggar hak cipta orang lain, seperti mejiplak, mengutip tanpa disebutkan sumbernya, dan hal-hal semacam itu.
  • Tidak mengirim tulisan yang sama kepada dua media yang berbeda.
Setelah kita mengetahui beberapa etika dalam menulis, serang kita pasti bertanya-tanya "mengapa diperlukan etika dalam menulis di dunia maya?". Berikut ini beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya. 
  • Pengguna internet berasal dari berbagai negara yang memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda.
  • Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonim, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
  • Berbagai fasilitas yang diberikan di internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis karena ada juga penghuni dunia maya yang suka melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.
  • Pengguna internet selalu bertambah. Yang artinya selalu ada "penghuni" baru yang kurang terbiasa dengan etika yang ada di dunia maya.
Jadi, sebagai individu beretika yang hidup di era digital ini kita harus lebih berhati-hati serta memperhatikan tulisan apa saja dan bagaima yang layak untuk kita publikasikan dan dibaca oleh para penikmat tulisan di dunia maya. 

Daftar Pustaka:
http://digitaladvertising.co.id/saatnya-memasuki-era-digital-marketing/
http://www.gurupendidikan.com/pengertian-artikel-dan-contohnya/
http://pelitaku.sabda.org/etika_penulisan_dalam_dunia_mayainternet
Bahar, A. (2008). Meraih Passive Income dari Menulis. Depok: Pena Multi Media
Bertens, K. (1993). Etika. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama

6 Mei 2016

TUGAS PSIKOTERAPI



Berikut ini merupakan gambaran singkat dari teknik terapi kelompok, psikodrama, dan cognitive behavioural therapy.

Terapi Kelompok


Psikodrama


Cognitive Behavioural Therapy (CBT)



Nama : Syarah Diniawati
Kelas : 3PA07
NPM : 18513747

30 Maret 2016

TUGAS PSIKOLOGI EKSPERIMEN

Nama: Syarah Diniawati
Kelas: 3PA07
NPM: 18513747

Pertanyaan:
     1.     Perumusan Masalah: Apakah suhu tinggi menyababkan perilaku agresif?
     2.     Apa yang dilakukan eksperimenter untuk menjawab pertanyaan tersebut?

Jawaban:
      1.      Hipotesis
·         Hipotesis Ilmiah
Hipotesis Umum      :  Suhu tinggi menyebabkan perilaku agresif.
Hipotesis Eksplisit   : Subjek yang dikondisikan mendapat suhu tinggi akan memiliki keagresifan lebih tinggi dari pada subjek yang tidak dikondisikan di suhu tinggi.
·         Hipotesis Statistik
Ha    : Subjek yang diberikan suhu tinggi akan memiliki tingkat keagresifan lebih tinggi secara signifikan daripada subjek yang tidak diberikan suhu tinggi.
Ho    : Subjek yang diberikan suhu tinggi akan memiliki tingkat keagresifan yang tidak berbeda secara signifikan dengan subjek yang tidak diberikan suhu tinggi.

     2.     Jika saya diposisikan sebagai eksperimenter maka saya akan melakukan pengujian apakah suhu tinggi akan menyebabkan perilaku agresif. Eksperimenter akan mengambil sampel yang akan dikelompokkan menjadi 2 yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen akan diberikan treatment berupa pengaturan suhu ruangan yang tinggi sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan treatment apapun. Selanjutnya eksperimenter harus mengobservasi perilaku yang ditunjukan oleh para subjek di kedua kelompok tersebut. Setelah eksperimen dilakukan selama waktu yang ditentukan, eksperimenter akan mengukur seberapa tinggi tingkat keagresifan subjek dengan menggunakan alat ukur tertentu yang dapat mengukur tingkat perilaku agresif seseorang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memberi kuesioner pada subjek, lalu skor skor dari setiap subjek diperbandingkan dengan analisis statistik.

11 Januari 2016

PSIKOLOGI MANAJEMEN

KOMUNIKASI DALAM MENEJEMEN
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA

Disusun oleh :
3 PA 07
NAMA
NPM
Caesar Mars C.P
11513828
Chintia
11513892
Damar Surya
11513981
Gesa Nedian
13513690
Mutiara Ulfah
16513246
Sarah Kusuma Dewi
18513262
Syarah Diniawati
18513747

NOVEMBER
2015


RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengkaji gambaran komunikasi dalam menejemen, serta mengetahui dimensi-dimensi komunikasi dalam menejemen.



LANDASAN TEORI

1.      Psikologi Menejemen
Psikologi menejemen adalah ilmu yang mengatur tentang bagaimana peraturan atau menejer sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan
Ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengiterventasi berbagai faktor internal manusia sepeti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dengan berbagai macam teknik dan metode sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setingggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

2.      Menejemen
Menejemen menurut Prof. Eiji Ojawa adalah perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Menejemen menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

3.      Komunikasi
Komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy adalah proses menyampaikan pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan, maupun  secara tidak langsung.
Komunikasi menurut Raymond Ross adalah proses menyortir, memilih dan mengirim simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerimaan pesan membangkit merespon/makna, dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksutkan oleh komunikator.

4.      Dimensi-dimensi Komunikasi
  •  Isi
Dimensi isi menunjukan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan.
  • Kebisingan
Suasana disekiar komunikator dan orang yang dituju, tinggi rendahnya suara yang terdengar dalam komunikasi sangat perpengaruh pada penyampaian pesan atau informasi.
  •  Jaringan
Perluasan informasi  dan pesan yang dapat dijangkau komunikator. Biasanya kita berpikir bahwa perkacapan antara A dengan B adalah langsung. Tetapi, ternyata A bisa dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D.
  • Arah
Komunikasi dapat melalui satu arah atau dua arah, komunikasi satu arah adalah satu orang memberikan informasi kepada orang lain tanpa ada timbal balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan komunikasi dimana satu orang memberikan inormasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan informasi, sehingga terjadinya petukaran informasi di antara keduanya.

 
PEDOMAN WAWANCARA

I.                   Subjek
A.    Identitas Subjek
1.      Nama (Inisial)    :
2.      Jenis Kelamin     :
3.      Usia                    :
4.      Pekerjaan           :
5.      Bagian                :

B.     Daftar Pertanyaan
1.      Komunikasi 
      Apa hal yang biasa anda bicarakan pada bawahan Anda?
Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan staf Anda?
Apa kesulitan yang dialami saat anda berkomunikasi dengan staf Anda?
Bagaimana cara Anda untuk mengatasi kesulitan tersebut?
Pernahkan pesan yang Anda sampaikan di salah tanggapkan oleh staff Anda?

2.      Dimensi-dimensi komunikasi
a.       Isi
1.      Apa tugas yang biasanya Anda berikan pada staf Anda?
2.      Apa kalimat yang biasanya Anda ucapkan dalam memberi tugas pada staf anda?
3.      Apa hal penting yang harus Anda perhatikan agar staf patuh terhadap tugas yang diberikan?
4.      Bagaimana cara Anda membangun rasa kepercayaan terhadap tugas yang diberikan pada staf Anda?
5.      Bagaimana sikap Anda ketika tugas yang Anda berikan kepada staff Anda salah?
b.      Kebisingan
1.      Dalam suasana seperti apa Anda dapat berkomunikasi dengan staf Anda dengan baik?
2.      Mengapa Anda memilih suasana tersebut?
3.      Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan staf Anda jika keadaan sedang ramai?
4.      Apakah dengan tinggi rendahnya kebisingan dapat mengurangi kesalahan penerimaan informasi lawan bicara Anda?
5.      Bagaimana perasaan anda jika keadaan ramai tersebut sudah terlalu mengganggu anda?
c.       Jaringan
1.      Apakah anda merupakan pengguna media sosial aktif?
2.      Apa Kepentingan yang anda utamakan dalam menggunakan media sosial?
3.      Seberapa luas pengaruh media sosial menurut anda?
4.      Jika anda ingin menyampaikan suatu informasi kepada klien, cara apakah yang cenderung anda gunakan?
5.      Kepentingan seperti apa yang biasanya membuat anda harus melakukan kontak langsung dengan orang yang ingin anda tuju?
6.      Seberapa penting menurut anda media perantara dalam menyampai kan pesan?
7.      Apa bentuk kerugian yang pernah anda alami dengan menggunakan media perantara?
8.      Apakah anda akan menyesuaikan media perantara yang klien anda gunakan demi terjalinnya komunikasi?
9.      Bagaimana cara anda mengatasi jika ada kesalahan informasi yang sudah tersebar?
10.  Seberapa besar media sosial berperan dalam pengambilan keputusan anda?
d.      Arah
1.      Bagaimana kondisi komunikasi dalam organisasi usaha anda?
2.      Feedback seperti apa yang anda harapkan dari orang yang anda ajak komunikasi?
3.      Bagaimana cara anda mengatasi orang yang memberikan jawaban yang tidak relevan dengan apa yang anda tanyakan?
4.      Dengan cara apa saja biasanya staff memberi masukan terhadap pekerjaan anda?
5.      Menurut anda, kondisi seperti apakah yang akan mempengaruhi kualitas anda dengan lawan bicara anda?
6.      Seberapa besar pengaruh feedback menurut anda terhadap kualitas suatu komunikasi?
7.      Setelah anda melakukan komunikasi dengan kualitas yang baik apa akan membuat intensitas  komunikasi meningkat?
8.      Apa pesan yang anda sampaikan diterima dengan baik oleh lawan bicara anda jika proses komunikasi diiringi dengan intensitas feedback yang tinggi?
9.      Apa yang anda lakukan untuk mecegah arah pembicaraan keluar dari topik?
10. Apa lawan bicara anda pernah merasa kurang puas dengan info yang anda jabarkan dalam suatu komunikasi?


PELAKSANAAN WAWANCARA

1.      Setting Fisik
Pada Hari Senin, tanggal 16 November 2015 pukul 10.50  WIB, di laksanakan wawancara kepada  yang di adakan di sebuah kantor trevel dengan suasana ruangan yang sejuk, kami wawancara di ruang menejer dengan lantai ruangan tersebut berwarna abu-abu, dan atapnya berwarna putih, di bagian atap berdapat lampu-lampu kecil berwarna putih dan berbentuk bulat, lampu tersebut memenuhi atap ruangan tersebut.
Siang itu  bertemu ,  datang keruangan .  duduk disebuah kursi berwarna hitam dan meja berwarna hitam yang berbentuk persegi empat, kami duduk secara berhadapan.  menggunanakan kemeja berwarna biru dongker, memakai celana jeans warna hitam, dan menggunakan sepatu berwarna hitam.  menggunakan HP untuk merekam suara  yang  letakan di tengah-tengah meja.  menjawab pertanyaan  dengan baik. Wawancara yang  laksanakan berlangsung 31 menit dan selesai pada pukul 11.21 WIB.


2.      Setting Psikis
Pada pelaksaan wawancara,  datang dan  menyambut dengan  senyuman.  memulai dengan senyuman kepada  dan  membalas senyuman untuk membangun situasi yang baik. Wawancara di  mulai dengan raport yang di tanyakan kepada . Selama wawancara terlaksana ada perilaku-perilaku  yang sering terlihat, seperti  sering menggoyangkan bangku ke kanan dan ke kiri ketika  menjawab pertanyaan,  menjawab dengan tersenyum,  sering menganggukan kepalanya ketika  menjawab “iya” dan  sering menggelengkan kepalanya ketika  menjawab pertanyaan “tidak”. membenarkan jam tangannya, mengangkat bahunya, dan menggerakan tangannya ketika menjawab pertanyaan .

3.      Tahap Pelaksanaan
a.      Tahap Pertama
Hari  / Tanggal                  : Senin, 16 November 2015
Tempat                              : Kantor trevel
1)      10.30 WIB                  : Interviewer berkumpul di tempat makan dekat kantor
trevel
2)      10.45 WIB                  :  sampai di kantor trevel
3)      10.50-11.21 WIB        : Pelaksanaan wawancara terhadap
  kami lakukan
4)      11.25 WIB                  : Keluar dari kantor trevel
5)      11.30 WIB                  :  pulang  ke rumah masing-masing


HASIL WAWANCARA (VEBATIM)

I.                   Subjek
A.    Identitas Subjek
1.      Nama (Inisial)  : RF
2.      Jenis Kelamin  : Laki-laki
3.      Usia                 : 28 Tahun
4.      Pekerjaan         : Karyawan Swasta
5.      Bagian             : Manajer

B.     Vebatim

interviewee
: “ Selamat siang mas.. ”
interviewer
: “ Siang ..”
interviewee
: “ Eee bagaimana kabarnya?”
interviewer
: “ Baik..”
interviewee
: “ Eee sudah makan siang?”
interviewer
: “ Kebetulan belum..”
interviewee
: “ Mau makan?”
interviewer
: “Nanti aja..”
interviewee
: “ Eeee boleh minta waktunya sebentar? “
interviewer
: “ Boleh-boleh..”
interviewee
: “ Kami dari  mahasiswa Universitas Gunadarma..”
interviewer
:  “ Ehemm..”
interviewee
: “ Ingin me..wawancarai mas eee tentang komunikasi dalam manajemen”
interviewer
: “ Heem..”
interviewee
: “ Bisa minta waktunyakan?”
interviewer
: “ Boleh.. hanya sebentar?”
interviewee
: “ Iya.. hanya sebentar..”
interviewer
: “ Lagi ga sibukkan?”
interviewee
: “ Enggak..”
interviewer
: “ Iyaa..langsung aja ya mas..”
interviewee
: “ Okee..”
interviewer
: “ Eee.. hal apa sih yang biasanya masnya bicarakan yang biasanya kalo sama staffnya dikantor itu?”
interviewee
: “ Bersama staff ya? Mungkin dari report..”
interviewer
: “ Mmmm...itu kaya gimana tuh misalnya?”
interviewee
: “Ya kinerja hariannya dia itu apa,apa,apa..”
interviewer
: “ Kaya evaluasi dalam..”
interviewee
: “ Iya betul..”
interviewer
: “Mmm.. terus eee caranya anda berkomunikasi dengan staff anda itu gimana misalnya eee apa harus perorangan anda panggil kekantor anda atau anda kumpulkan semua jadi secara sharing bersama-sama?”
interviewee
: “ Biasanya face to face..”
interviewer
: “ Ohh face to face.. berarti berarti panggil satu orang orang?”
interviewee
: “ Yaa..”
interviewer
: “ Ohh yayaya.. kesulitan yang anda alami saat berkomunikasi sama staff anda tuh bisanya seperti apa ya?”
interviewee
: “ Enggak ada sih..”
interviewer
: “ Enggak ada?”
interviewee
: “Heem..”
interviewer
: “Ee.. Pesan yang anda sampaikan kepada staff anda pernah gak di salah tanggapkan sama staff anda?”
interviewee
: “ Pernah,sering..”
interviewer
: “Sering? Misalnya seperti apa?”
interviewee
: “Seperti itu.. miskomunikasi..”
interviewer
: “Miskomunikasinya yang seperti gimana ya? Eee secara ininya yang lebih jelasnya”
interviewee
: “Seperti saya bilang apa,dia nanggepinnya apa,saya bilang apa terus dia mengerjakannya apa..”
interviewer
: “Mmm.. kalo misalnya salah eee.. mas marah gitu atau  gimana?”
interviewee
: “ Ya marah sih marah.. cuman ya paling kita evaluasi lagi..”
interviewer
: “Terus tugas yang biasanya yang masnya berikan sama staffnya tuh  eee gimana ya ada perbagiannya atau semua disamakan?”
interviewee
: “ Enggak ada bagiannya..”
interviewer
: “ Ada bagiannya,bagiannya tuh ada apa aja ya kalo kita boleh tau? “
interviewee
: “ Bagiannyakan admin..”
interviewer
: “ Heem..”
interviewee
: “ Marketing.. lapangan ,dah..”
interviewer
: “ Eee.. kalimat perintah apa sih yang biasanya masnya ucapkan untuk eemmm.. memberi tugas kepada bawahannya ?”
interviewee
: “ Masudnya? Ga ngerti..”
interviewer
: “Ya kan misalnya kaya eee masnya tuh  eemm memerintahnya tuh eee kaya seperti sama temen aja atau memang dia bawahannya..”
interviewee
: “ Enggak itu mah..”
interviewer
: “ Ohh.. contohnya misalnya kaya gimana tuh mas?”
interviewee
: “ Kita semuakan keluarga..”
interviewer
: “ Ohh..iyayaya. Kalimat perintahnya tuh aya gimana mas kalo kita boleh tau? Misalnya mau menyuruh apa sama staffnya. Misalnya masukin data ehh tolong dong kamu gini-gini nah iya gitu.. apa merintahnya bener-bener kaya.. apa kaya yang..”
interviewee
: “ Enggak.. anggep kaya kita temen aja..”
interviewer
: “ Ohh gitu.. hmmm tapi eee bawahan mas eee kalo mas eee memerintahkan kaya gitu suka ngelunjak atau gimana?”
interviewee
 : “  Enggak.. menurut pandangan saya sih enggak.. soalnya kitakan udah saling keluarga..”
interviewer
: “ Hal yang paling penting  dan diperhatikan biar staff eee masnya patuh tuh apa sih dari diri masnya sendiri?”
interviewee
: “ Gimana-gimana? Maaf..”
interviewer
: “ Hal yang paling penting yang harus masnya perhatikan ..”
interviewee
: “ Heem..”
interviewer
: “ Biar apa sih.. biar bawahan masnya tuh patuh sama masnya gimana caranya? Hal  hal yang paling penting untuk emasnya gitu biar dia selalu patuh gitu heeh biar dia selalu patuh gitu sama masnya   ”
interviewee
:”Memberi motivasi terhadap staf-staf saya”
interviewer
:”Memotivasinya seperti apa ya?”
interviewee
:”Seperti membangun kepercayaan dia, supaya dia bisa   mengerjakan apa yang saya berikan pada dia dengan baik”
interviewer
:”Mas nya termasuk orang yang tegas gak sih kalo di kantor?”
interviewee
:”Enggak sih…saya sih santai”
interviewer
:”Aaaa dari pagi sampai jam selesai kerja mas nya selalu ada di kantor apa gimana?”
interviewee
:”Oh enggak-enggak, enggak selalu di kantor”
interviewer
:”Oh gak selalu..trus gimana sih cara mas nya ngebangun rasa percaya diri kepada stafnya tuh biar tugas yang diberikan selesainya tuh maksimal?”
interviewee
:”Mmmm…membangun kepercayaan diri terhadap staf ya mungkin memberikan dia deadline”
interviewer
:”Ooohhh gituu…”
interviewee
:”Hhhhhooo ohhhh”
interviewer
:”Tapi biasanya bukannya kalo ada deadline dari mas nya tuh biasanya staf suka keteteran gitu ya”
interviewee
:”Kan tergantung dia nya juga…soalnya begini lohh apa yang saya berikan nanti kan apa yang dihasilkan”
interviewer
:”Oh gitu…oke..sikap mas nya tuh ketika tugas yang diberikan kepada staf yang lain gimana sih sikapnya?”
interviewee
:”Gimana?”
interviewer
:”Sikap mas nya kalo misalnya stafnya tuh ngelakuin tugasnya salah, nah mas nya itu seperti apa gitu..?”
interviewee
:”Tegas…ya kalo dibilang kesel ya kesel”
interviewer
:”Kesel…”
interviewee
:”Maraah…”
interviewer
:”Trus dikasih hukuman gak?”
interviewee
:”Enggak..mungkin ngasih satu atau dua kesempatan lagi untuk dia memperbaiki”
interviewer
:”Tapi kalo misalkan mas udah kasih kesempatan nih, trus dia salah juga..trus gimana mas?”
interviewee
:”Evaluasi”
interviewer
:”Di evaluasi? Itu biasanya sama orang yang ngelakuin kesalahan aja atau sama semua stafnya?”
interviewee
:”Semuanya…jadi ya untuk tidak mengurangi kesalahan yang sama lah pada staf-staf yang lain”
interviewer
:”Oh gitu…trus suasana yang mas nya bisa berkomunikasi dengan baik tuh suasana yang seperti apa ya?”
interviewee
:”Suasana santai…”
interviewer
:”Suasana santai aja itu misalnya di kantor apa harus keluar apa di tempat makan gitu?”
interviewee
:”Menurut saya dimana aja yang penting santai, waktu luang kita santai”
interviewer
:”Oke..oke berarti semua kerjaan di tinggal dulu gitu ya?”
interviewee
:”Betul…”
interviewer
:”Oke deh..kan mas nya milih santai kan untuk berkomunikasi dengan staf-staf, trus kenapa mas milih suasana kayak gitu?”
interviewee
:”Karna ya santai itu asik…gak ada beban..gak ada kerjaan..gak ada stress…betul..?”
interviewer
:”Iya…giamana cara mas berkomunikasi dengan staf-staf mas, tapi keadaannya tuh sedang ramai kayak bising?”
interviewee
:”Sulit dong itu untuk berkomunikasi”
interviewer
:”Iya caranya gimana biar itu tetep kondusif saat keadaan sedang ramai tetapi mas membuat suasana yang tetap kondusif?
interviewee
:”Jadi dalam satu hal kita lagi di kantor atau?”
interviewer
:”Hhmm iyaa bebas terserah mas dimana aja..pokoknya tuh keadaannya sedang ramai”
interviewee
:”Sulit menurut saya sulit berkomunikasi dalam keadaan ramai karena kurang efisien”
interviewer
:”Lalu kebisingan itu apakah berpengaruh banget misalnya mas lagi rapat, itu berpengaruhnya kayak gimana gitu?”
interviewee
:”Ya sangat-sangat berpengaruh..ya sangat berpengaruh..contohlah kita lagi breefing entah apa dan bising..menurut saya gak focus..”
interviewer
:”Oh gitu ya..trus bagaimana keadaan mas ketika keadaan itu sedang ramai?”
interviewee
:”Keadaan saya? Maksudnya?”
interviewer
:”Perasaan mas nya apa kesel apa gimana?”
interviewee
:”Iya kesel”
interviewer
:”Biasanya tuh kerja di kantor mas satu minggu berapa hari mas?”
interviewee
:”Berapa hari? Seminggu full”
interviewer
:”Full ya..? dari senin sampai minggu gak ada waktu libur? Jadi stafnya gak ada waktu libur gitu?”
interviewee
:”Kan kita ada shift:”
interviewer
:”Oh ada shift-shift..trus mas itu salah satu pengguna media sosial atau enggak?
interviewee
:”Iya..”
interviewer
:”Yang paling sering digunakan apa sih biasanya?”
interviewee
:”Instagram..”
interviewer
:”Udah instagram aja?”
interviewee
:”Path”
interviewer
:”Ooohh…kekinian banget berarti mas nya yaa….?”
interviewee
:”Bukan gituu hehehe…”
interviewer
:”Hehehe…trus kepentingan apa sih yang menurut mas paling penting dalam media sosial itu untuk bisnis?”
interviewee
   :”Iyaa…untuk bisnis..salah satu contohnya ya untuk marketing, karna di media sosial itu untuk kita masuk ke dunia pasar sangat efisien:”
interviewer
:”Kalo misalkan kayak mas kan di bidang travel jadi menyampaikan promo-promonya lewat aaaa..?”
interviewee
:”Media sosial…”
interviewer
:”Oh iya iyaa…mas nya silahkan diminum dulu yaa…”
interviewee
:”Oh oke saya minum yaa…”
interviewer
:”Iyaaa…”
interviewee
:”Biar fokus…”
interviewer
:”Menurut mas seberapa besar sih pengaruh media sosial dalam bisnis mas?”
interviewee
:”Sangat berpengaruh terhadap bisnis saya”
interviewer
:”Aaaaa….seberapa besar?”
interviewee
:”Seberapa besar? Delapan puluh persen”
interviewer
:”Delapan puluh persen? Contohnya?”
interviewee
:”Yaa karna contohnya gini loh saya kan bisnis di bidang traveling, saya ngeliat pasar, ngeliat saingan blablabla dan segala macamnya ya media sosial”
interviewer
:”Trus jika mas ingin menyampaikan suatu informasi kepada klien mas, media sosial apa yang cenderung mas gunakan? Kayak kasih info”
interviewee
:”Oohhh info… via komunikasi, via telfon”
interviewer
:”Selain itu menggunakan apa lagi mas? Sms gitu?”
interviewee
:”Email…”
interviewer
:”Oh email..iya iyaa… trus kepentingan apa sih yang membuat mas melakukan kontak langsung dengan orang yang ingin mas tuju? Misalkan klien gitu..”
interviewee
:”Oh ketemu klien langsung? Salah satu contohnya mungkin memberikan informasi penting seperti saya buka trip entah kemana atau kemarin lah gunung semeru…ya kan ada kebakaran disana, mau gak mau kan saya harus ketemu langsung dengan klien saya untuk memberi tahu keadaan di semeru..nah salah satu contohnya itu. Mungkin salah satu contoh lainnya untuk DP harus saya sendiri yang langsung turun”
interviewer
:”Trus seberapa penting sih menurut ma situ medi perantara dalam menyampaikan pesan?”
interviewee
:”Penting…sangat…”
interviewer
:”Seberapa pentingnya buat mas gitu?”
interviewee
:”Sangat penting…”
interviewer
:”Apa bentuk kerugian yang pernah mas alami dalam menggunakan media perantara?”
interviewee
:”Media perantara? Hmmm banyak sih.. pasti ada mell nya kan”
interviewer
:”Trus mas nya kan dibidang bisnis nih, mas pernah ngalamin kerugian gitu gak?”
interviewee
:”Pernah…namanya bisnis pasti pernah..”
interviewer
:”Yaa contohnya kayak gimana mas?”
interviewee
:”Contohnya ya salah satunya ya seperti kita gak tau keadaan disana”
interviewer
:”Kerugian terbesar yang pernah mas alami itu nominalnya berapa?”
interviewee
:”Nominal??? Haruss??”
interviewer
:”Iya boleh kepalanya aja lah kira-kira…”
interviewee
:”Ya ada sekitar segitu.. sekitar sepuluh”
interviewer
:”Sepuluh juta? Wahh besar sekali yaa… itu pernah gak sih mas nya itu pake perantara orang buat ngambil DP karna mas nya ada keperluan lain yang penting, trus si perantaranya itu kayak membohongi mas nya gitu..atau ngebawa kabur uangnya atau alasan lain gitu..?
interviewee
:”Oh pernah cuma gak kebawa kabur”
interviewer
:”Biasanya itu dia untuk apa alasannya?
interviewee
:”Yaa dia gunakan untuk entahlah kepentingan dia kan”
interviewer
:”Yang mas lakukan kalo perantara mas nya melakukan hal seperti itu apa sih?”
interviewee
:”Yaa kalo dibilang marah ya pasti marah…kesellll”
interviewer
:”Apa dia harus ngeganti gak uangnya secara cepat atau gimana, potong gaji misal?”
interviewee
:”Oh pasti…”
interviewer
:”Bagaimana cara mas untuk mengatasi kesalahan yang sudah tersebar?”
interviewee
:”Kesalahan seperti apa?”
interviewer
:”Misalnya nih mas udah sebar promo dan ngasih info ke media sosial kayak instagram atau facebook atau twitter, trus tiba-tiba terjadi kesalahan seperti mas buka harga promo empat ratus ribu tetapi staf mas menulis tiga ratus ribu karena terjadi kesalahan, trus apa yang mas lakukan?”
interviewee
:”Ya mau gimana lagi…sudah terlanjur tersebar dari pada klien kecewa saya lanjutin aja ya rugi-rugi gapapa dari pada kehilangan klien”
interviewer
:”Seberapa besar pengaruh media sosial untuk sebuah keputusan yang akan mas ambil?”
interviewee
:”Besar sangat…”
interviewer
:”Mas bagaimana sih kondisi komunikasi dalam lingkungan kerja mas?
interviewee
:”Sangat baik…menurut saya sangat baik karena selalu saya buat santai..”
interviewer
:”Feedback seperti apa yang mas harapkan dari orang yang mas ajak berkomunikasi?”
interviewee
:”Yaa feedbacknya harus baik, yang saya harapkan ya baik.. apa yang saya berikan dia kerjakan dan apa yang saya perintahkan dia kerjakan”
interviewer
:”Bagaimana cara mas mengatasi orang yang tidak memberikan jawaban relevan ketika mas tanya?”
interviewee
:”Oh ngelantur…ya mungkin menegaskan dan are u okay?”
interviewer
:”Trus bagaimana cara staf mas memberikan masukan kepada mas? Mas bilang kan sudah seperti keluarga jadi harus saling memberi masukan, nah itu gimana mas?”
interviewee
:”Yaa seperti itu..lalu?”
interviewer
:”Yang seperti dilakukan seperti ngomong langsung?”
interviewee
:”Iya biasanya langsung ngomong, negur gitu kalo saya ngelakuin kesalahan apa biasanya “jangan begitu dong pak..jangan begitu dong mas…””
interviewer
:”Tapi mas menerimanya?”
interviewee
:”Yaaaa…kalo saya salah ya saya terima”
interviewer
:”Ohh..yang penting maju?”
interviewee
:”Yeessss…betul…”
interviewer
:”Lanjut ya mas.. menurut mas kondisi seperti apa yang akan mempengaruhi kualitas mas dengan lawan bicara mas?”
interviewee
:”Kondisi?”
interviewer
:”Yaaa…”
interviewee
:”Tenang…santai…nggak bising…”
interviewer
:”Apakah anda suka keramaian gitu?”
interviewee
:”Enggak…sangat tidak suka…”
interviewer
:”Seberapa besar pengaruh feedback menurut mas untuk kualitas suatu komunikasi?”
interviewee
:”Feedback saat komunikasi? Sangat penting dong.. jadi saya sudah jelaskan kalau saya gak ditanggapin saya kayak dikacangin dong…”
interviewer
:”Mas akan marah?”
interviewee
:”Ya mungkin…maybe…”
interviewer
:”Jadi kalau pada diem aja mas jadi bingung ya ini pada ngerti atau enggak..?”
interviewee
:”Naaaahh….ituuuu…”
interviewer
:”Setalah mas melakukan komunikasi dengan baik gimana si cara mas buat pertahanin agar komunikasi itu tetap berjalan dengan baik?”
interviewee
:”Selalu baik? Mungkin dengan berkomunikasi dengan baik.. seperti contohnya nih yaa saya ngomong dengan anda, kalau mood saya lagi gak baik pasti komunikasi kita kan gak baik.. jadi tergantung mood”
interviewer
:”Berarti mas sangat memperhatikan dong gimana mood karyawan mas?”
interviewee
:”Yaaaasss…”
interviewer
:”Apa pesan yang mas sampaikan diterima dengan baik oleh lawan bicara mas jika komunikasi di iringi dengan intensitas feedback yang tinggi?”
interviewee
:”Yaaa....sangat diterima”
interviewer
:”Apa yang mas lakukan untuk mencegah pembicaraan anda keluar dari topik?”
interviewee
:”Mencegahnya sih yaa tergantung kondisi, kondisinya seperti apa”
interviewer
:”Misalnya?”
interviewee
:”Biasanya saya ngikutin alur sih..”
interviewer
:”Oh gitu..jadi jarang sekali ya keluar dari tema pembicaraan?”
interviewee
:”Iyaa jarang..”
interviewer
:”Apa lawan bicara anda pernah merasa kurang puas dengan info yang anda berikan dalam suatu komunikasi?”
interviewee
:”Seperti tadi tergantung…tergantung orangnya…”
interviewer
:”Tergantung individu masing-masing maksudnya bisa menangkap aya yang mas berikan atau tidak?”
interviewee
:”Betuuulll…iyaaaa…”
interviewer
:”Terimakasih yaaa mas sudah meluangkan waktunya sebentar..”
interviewee
:”Sama-sama..”
interviewer
:”Oh iya mas wawancara ini dijamin kerahasiaannya antara kelompok kita dan mas saja…sekali lagi terimakasih ya mas untuk waktunya, selamat siang..selamat makan siang nanti yaaa mas..”
interviewee
:”Iyaaaaa….sama-sama…”


KESIMPULAN

Komunikasi dala manajemen sangatlah penting, bukan hanya sekedar memberi perintah kerja, tapi lebih dari itu. Komunikasi yang baik juga mencakup bebrapa hal sperti arah, kebisingan, jaringan dll. Berdasarkan wawancara kami dengan salah satu pemilik sebuah usaha, komunikasi juga digunakan untuk menjalin kerjasama antar pegawai, dimana suasana kerja dibuat senyaman dan sekondusif mungkin, sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik terhadap pimpinan maupun anak buah dan dapa meningkatkan produktifitas.


DAFTAR PUSTAKA